Full width home advertisement







Slide 1
Slide 2
Slide 3

Post Page Advertisement [Top]

Resmi Didata, Anak Binaan Lapas Bulukumba Siap Ikuti Pembelajaran PKBM Nadya

Resmi Didata, Anak Binaan Lapas Bulukumba Siap Ikuti Pembelajaran PKBM Nadya


BULUKUMBA – Menindaklanjuti pertemuan strategis sebelumnya, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Nadya kini melangkah pada tahap eksekusi pemenuhan hak pendidikan bagi Anak Tidak Sekolah (ATS) yang berhadapan dengan hukum. Pada Senin (20/7/2026), PKBM Nadya bersama Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bulukumba resmi melaksanakan proses pengisian formulir sekaligus penyerahan berkas administrasi anak-anak binaan.

Langkah konkret ini menjadi bukti nyata komitmen kolaborasi antara PKBM Nadya dan Lapas Bulukumba. Dukungan penuh ditunjukkan langsung oleh Kepala Lapas Bulukumba guna memastikan masa pembinaan tidak memutus harapan anak-anak tersebut untuk melanjutkan pendidikannya.


Ketua PKBM Nadya, Fatmawati, S.Pd., M.Pd., yang hadir langsung memimpin proses pendataan tersebut, membagikan pandangan humanisnya terkait pendampingan warga binaan. Ia mengaku kerap ditanya oleh masyarakat apakah dirinya tidak merasa takut saat harus beraktivitas dan turun langsung ke dalam Lapas.



"Saya selalu menjawab, 'Tidak.' Karena menurut saya, semua orang di dalam Lapas adalah orang baik yang pernah melakukan kesalahan. Tidak ada yang menginginkan hidupnya berakhir di sana," tuturnya menginspirasi.


Lebih lanjut, ia merefleksikan pesan dari Bapak Kalapas bahwa banyak tindakan yang berujung di jeruji besi bermula dari luapan emosi sesaat dalam mengambil keputusan yang berujung pada penyesalan. Oleh karenanya, PKBM Nadya memilih untuk hadir menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar melihat permasalahan dari luar.






Melalui program kesetaraan ini, PKBM Nadya telah menyusun kurikulum yang tidak hanya berfokus pada penuntasan materi akademik. Lembaga pendidikan non-formal ini menitikberatkan pada program pemberdayaan dan keterampilan praktis.


"Harapan kami, mereka dibekali dengan keahlian sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat. Dengan begitu, mereka memiliki kesempatan untuk bangkit, mandiri, bekerja, berwirausaha, dan menata masa depan yang lebih baik," tegas Fatmawati.


Sinergi berkelanjutan ini menegaskan prinsip bahwa setiap anak, tak terkecuali mereka yang sedang berhadapan dengan hukum, berhak mendapatkan kesempatan kedua. Pendidikan adalah kunci pembuka harapan, dan keterampilan adalah jalan menuju kehidupan yang lebih baik.





Mewakili lembaganya, Fatmawati menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Kepala Lapas Bulukumba beserta seluruh jajarannya atas kelancaran proses pemberkasan hari ini serta kepercayaan penuh yang diberikan kepada PKBM Nadya. Kolaborasi ini diharapkan menjadi ikhtiar bersama yang diridai untuk memberikan cahaya baru bagi masa depan anak-anak binaan di Lapas Bulukumba.

Bottom Ad [Post Page]