Sebagai wujud komitmen nyata dalam pemerataan akses pendidikan, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Nadya sukses menyelenggarakan kegiatan "Sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027" yang bertempat di Kelurahan Bentengge pada hari selasa 30 Juni 2026 . Kegiatan ini difokuskan pada upaya strategis penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui sinergi yang erat dengan unsur Kelurahan di lingkup Kecamatan Ujung Bulu.
Acara sosialisasi ini menjadi momentum penting dalam menyatukan visi antara lembaga pendidikan non-formal dan pemerintah daerah. Mengingat krusialnya permasalahan putus sekolah, PKBM Nadya mengambil inisiatif proaktif untuk turun langsung dan berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan di tingkat kecamatan hingga kelurahan. Tujuannya adalah merumuskan langkah konkret untuk menjemput anak-anak yang belum terakomodasi di jalur pendidikan formal.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari unsur pemerintahan setempat. Turut hadir langsung dalam kegiatan sosialisasi ini:
Ibu Camat Ujungbulu
Bapak Lurah Bentengnge
Kepala Seksi Kelembagaan & Sarana Prasarana Disdik Bulukumba
Ibu Sekretaris Lurah Bentengnge
Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Bentengnge
Para Kader dan Operator ATS dari beberapa kelurahan di wilayah Kecamatan Ujung Bulu.
Kehadiran berbagai elemen masyarakat mulai dari pejabat kecamatan, kelurahan, hingga operator desa menunjukkan besarnya kepedulian bersama terhadap keberlanjutan pendidikan anak bangsa di wilayah Ujung Bulu.
Melalui kolaborasi dengan para Kader dan Operator ATS, diharapkan proses pemetaan dan pendataan anak yang putus sekolah bisa dilakukan lebih akurat dan menyeluruh. Para operator inilah yang menjadi ujung tombak di lapangan untuk mengarahkan dan mendampingi anak-anak tersebut agar mendaftar melalui SPMB PKBM Nadya untuk tahun ajaran mendatang.
Dengan adanya sinergi yang kuat antara PKBM Nadya dan aparatur pemerintahan di Kecamatan Ujung Bulu, diharapkan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) dapat ditekan secara signifikan, serta memastikan setiap anak mendapatkan hak pendidikan yang layak untuk masa depan yang lebih cerah.




